Selasa, 11 Februari 2014


Siyak Lengih Pengembang Islam di Alam Kerinci 

Siyak Lengih Pengembang Islam di Alam Kerinci Siyak Lengih Pengembang Islam di Alam Kerinci
Alam Kerinci merupakan salah satu daerah di nusantara yang kehidupan masyarakatnya tidak dapat dipisahkan dari Islam, Bagi masyarakat asli suku Kerinci ”menjadi orang suku Kerinci, berarti ia adalah seorang muslim (Islam)”.
Jika ada orang suku Kerinci yang tidak memeluk agama Islam, atau keluar dari agama Islam misalnya, maka secara sosial mereka akan dikucilkan, setidaknya kehadiran mereka dianggap tidak pernah ada, mereka ada namun dianggap tiada, dengan demikian, dari waktu ke waktu suku Kerinci terus berusaha menyesuaikan adat dan tradisi kemasyarakatan dengan Islam
Fakta Sejarah menyebutkan Siak Lengih masuk kealam Kerinci sekitar abad ke 13/14, berasal dari Basa Nan Ampek ( tuanku nan tuo di Suraaso – Padang Gantiang – Padang Panjang). Siak Lengih memiliki  2 orang Istri  yakni : Puti Gento Syuri dan  Dayang Baranai( Berani)
Dari istri  pertama, Siak Lengih dikaruniai seorang putri yang bernama ”Ratu Berembok Syuri”. Ratu berembok Syuri menikah dengan Depati Pangga Tuo dari tanah Semurup dan dikaruniai 3 orang masing  masing adalah : Rambi Seti Dandan Merah, gelar Ngabi Tunggu Umah – Tunggu Mendapo, Kademang Pagawe Rajo  Sungai Penuh, istrinya bernama Rabiah, Rio Jayo bertombak belang Berjanggut Jenggi, Istrinya bernama Pandan
Dari Istri keduanya Dayang Baranai, Siak Lengih  dianugerahi 9 orang putra-putri yakni : Jang Hari atau Siak Mangkudun ( Pria), Djang Hangsi ( Pria), Hana Hoekir (Wanita), Hana Hada (Wanita), Hana Koening ( Wanita ), Hana Tjoepa (Wanita), Hana Boekat (Wanita), Hana Dayang (Wanita), Hana Madjit (Wanita) Masing masing mewariskan kerurunan sebagai berikut:
Hajang Hari atau Jang hari di Pondok Tinggi yang mewariskan: Depati Santi Udo, Depati Sungai Penuh,Depati Pahlawan Negaro dan Depati Payung. Hajang Hangsi di Dusun Baru Batang Bungkal mewariskan keturunan: Depati Simpan Negeri, Depati Alam Negeri dan  Depati Sekarta Negaro
Handir Bingin, Istri Depati Rio Dagu, di Sungai Liuk mewariskan: Depati Ular, Patih Mediri atau Rio Mendiho,Handir Landun. Handir Cayo, mewariskan: Handir Bulan dan Bujang Paniyam (Peniang).Handir Ukir.Handir  Madjit. Handir Tjoepa Istri Depati Semurup Pangga Tuo, mewariskan : Rio Jayo Panjang rambut.Handir Kuning.Handir Hada
Dalam Tambo yang berada di beberapa dusun di alam Kerinci tersebut nama Siyak Lengih , nama lain dari Siyak LengSiak-Lengihih  ialah Syeh Samilullah, Malin Sabiyatullah atau Makuhun Sati di Koto Pandang Sungai Penuh yang dianggap nenek moyang dari beberapa dusun. Semua  putra-putri  beliau menyebar di beberapa dusun, dan putri  putri  beliau menikah dengan pemuka masyarakat di dusun dusun tersebut.
Sebelumnya  di  dusun dusun tersebut telah ada penduduk asli yang telah memiliki kebudayaan paleotikum, nelotlikum, megalitihikum dan perunggu, bukti sejarah menunjukkan di dusun dusun tersebut banyak ditemukan benda benda peninggalan antara lain bejana perunggu, manik manik, arca perunggu .dll.
Dalam Tambo disebutkan istri Siyak Lengih bernama Dayang Baranai, berasal dari Pagaruyung, Dayang Baranai adalah kakak sulung dari  Perpatih Nan Sebatang,  ketiga orang bersaudara tersebut ialah Dayang Baranai (Puti Rino jadi ) yang kedua adalah Putri Unduk Pinang Selaras Pinang Masak (Puti Rino Mandi) dan yang bungsu adalah Perpatih Nan Sebatang, dalam perjalan hidupnya  Puti Unduk Pinang Masak menikah dengan Datuk Paduko Berhalo, seorang Raja Jambi yang bijaksana ( berasal dari Turki).
Dengan demikian tergambar jelas bahwa Siyak Lengih adalah kakak Ipar dari Datuk Perpatih Nan Sebatang dan kakak ipar dari Datuk Paduko Berhalo. Dari hasil pernikahan Puti Unduk Selaras Pinang Masak dengan Datuk Paduko Berhalo menurunkan  empat orang  anak yaitu  Orang Kayo Hitam, Orang Kayo Kedataran, Orang Kayo Pinggai dan Orang kayo  Gemuk
Jejak dakwah Siyak Lengih hingga saat ini masih terdapat di atas bukit kecil di kawasan  Koto Pandang  Sungai Penuh, Jirat yang berbentuk makam telah dilakukan pemugaran oleh Pemerintah, dan hingga saat ini  jirat  pemakaman Siyak Lengih masih menjadi situs kebudayaan Kota Sungai Penuh dan menjadi wisata sejarah  yang di ziarahi oleh masyarakat
Syekh Syamilullah atau populer di sebut Siak Lengih dikenal dan dikenang masyarakat Kota Sungai Penuh sebagai sosok ulama besar yang telah menyebar luaskan agama Islam di Sungai PenuhAlam-Kerinci-Siyak-Lengih
dan di alam Kerinci umumnya, diantara silsilah keturunan beliau sampai ke Depati (Kiyai) Nan Bertujuh, sehingga jika ada  acara Kerapatan adat di Hamparan Besar Tanah Rawang, maka Depati  Nan Bertujuh ini dipanggil  Kiyai nan Batujuh ( Kiyai yang bertujuh)
Dan Kiyai Nan Bertujuh ( Depati Yang Bertujuh) dikenal dengan sebutan ” Suluh Bindang Alam Kincai” terjemahan secara bebas adalah orang yang telah berperan besar dalam memberikan penerangan dan pencerahan peradaban bagi masyarakat se alam Kerinci  dengan  menyebarkan agama Islam dan memberikan petunjuk dan hukum hukum Syarak. Sehingga pada awalnya adat Kerinci  sebelumnya berdasarkan ”Alur dan Patut ” berubah menjadi Adat yang berdasarkan Syariat, dan sejak masa  itu dikenal istilah “ Adat bersendi Syarak, Syarak bersendi Kitabullah, Syarak  mengato, adat  memakai”.
Depati. Marlis Mukhtar mengemukakan, Al Qur’an Maha Karya Siyak Lengih di tulis dengan tulisan tangan Siyak Lengih diberi nama Al  Qur’an “ Merdu Bulan” dalam tafsir adat Kerinci, kata  Merdu bermakna  Indah, sedangkan Bulan bermakna Lembut. Dan hingga saat ini peninggalan bersejarah tersebut masih disimpan dan dirawat  di rumah Gedang Luhah Datuk Singarapi Putih-Sungai Penuh.
Catatan Depati. Marlis Mukhtar  ( Ketua LAD  Sungai Penuh :21:1:2012) dan Depati. H.Alimin mengungkapkan bahwa perkembangan agama Islam berjalan pesat, kegiatan dakwah berlansung secara damai, melalui pendekatan kearifan lokal Siyak Lengih dan generasi generasi penerus mampu melaksanakan dakwah tanpa melakukan benturan benturan dengan adat dan tradisi yang telah lebih dahulu berkembang, pada kenyataannya kegiaatan dakwah berjalan  secara humanis, beradat dan beradab.
Kedatangan agama Islam di alam Kerinci, membawa pengaruh besar dalam perkembangan adat dan kebudayaan di alam Kerinci, terjadi asimilasi antara  ajaran  agama Islam dengan adat dan Kebudayaan yang selama ribuan tahun dipedomani oleh penduduk asli alam Kerinci, setelah di kaji dan di undang terjadilah  percampuran antara hukum agama Islam dan hukum adat, segala yang bertentangan dengan hukum agama Islam ditinggalkan, dari percampuran tersebut melahirkan seloko / motto yang  dipedomani bersama yakni “Adat yang bersendi Syarak, Syarak bersendi Kitabullah “ Motto tersebut hingga saat ini dan akhir zaman tetap menjadi pedoman.
Disamping keputusan diatas, juga diambil sebuah kesimpulan yakni Anak cucu dari Siyak Lengih, yaitu Depati Nan Bertujuh, sebagai pegawai Rajo, Pegawai  Jenang yang di juluki ” Suluh Bindang Alam Kerinci”, hal ini dengan alasan Nenek Siyak Lengih diyakini sebagai orang pertama yang mengembangkan agama Islam di Kerinci, Kepada Depati Nan Bertujuh inilah tempat orang bertanya mengenai agama Islam
Dampak positif  dari  pertemuan Sitinjau Laut tersebut, maka ketiga daerah itu yakni Kerinci, Jambi dan Minangkabau menjadi damai dan tenteram, dan hingga saat ini piagam hasil perdamaian tersebut masih dipegang teguh dan menjadi pedoman bagi ketiga wilayah adat dan pemerintahan didaerah tersebut.(Budhi Vrihaspathi Jauhari)
Oleh: Agung Muhamad Reza 

Jumat, 10 Januari 2014

Galeri Sejarah Kerinci

Rencana Malaysia membangun Museum Sejarah Kerinci di Kampong Kerinchi, Kuala Lumpur, telah menyentak pihak-pihak di Indonesia, termasuk media massa. Mereka menyatakan keprihatinan bahwa budaya dan benda-benda bersejarah milik masyarakat Kabupaten Kerinci, Propinsi Jambi, akan berpindah ke Malaysia. Mereka juga  kuatir bahwa peradaban Kerinci yang juga merupakan budaya asli Melayu, nantinya akan diklaim sebagai milik Malaysia.
Terdapat laporan dari pihak-pihak tertentu bahwa oknum-oknum dari Kabupaten Kerinci sedang berupaya
membawa benda-benda bersejarah tersebut, termasuk naskah-naskah Kuno ke Malaysia untuk dipamerkan. Ada tuduhan sebagian benda-benda yang disebut “pusako” tersebut akan dijual. Tak lepas Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia juga bak kebakaran jenggot dan meminta Gubernur Jambi dan Bupati Kabupaten Kerinci untuk menjelaskan permasalahan mengapa akan ada Museum Kerinci di Malaysia.

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur, khususnya  Koordinator Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya, segera bertindak cepat dengan memanggil Bupati Kerinci dan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kerinci untuk menjelaskannya. Pemanggilan dilakukan mengingat keduanya sedang berada di Malaysia, tepatnya di Negeri Melaka dalam rangka menghadiri Festival Gendang Nusantara. Dari penjelasan disampaikan bahwa mereka mengaku tidak ada niat sama sekali untuk meminjamkan atau menjual barang-barang yang dianggap “pusako” di Kerinci. Rencana pendirian Museum hanya untuk memenuhi permintaan orang-orang Kerinci yang ada di Malaysia. Isi museum nantinya adalah baju daerah, alat-alat pertanian, alat penangkap ikan dan belut, hasil kerajinan penduduk setempat, foto-foto pariwisata Kerinci dan barang-barang yang mudah ditemui dan dibeli di pasaran. Mereka sadar bahwa hal yang salah apabila membawa barang-barang bersejarah dari Indonesia ke luar   negeri. Ditambahkan bahwa nantinya namanya bukan lagi museum, tetapi Galeri Sejarah Kerinci. Ditekankan bahwa permintaan adanya galeri tersebut berasal dari masyarakat asal Kerinci sendiri untuk mengenang daerah asal orangtua, kakek dan nenek moyangnya agar mereka tidak melupakannya.
Akhirnya pada hari Senin, tanggal 18 April 2011, sekitar pukul 11.30, Galeri Sejarah Sekolah Menengah Kebangsaan (SMK) Sri Pantai, Kampong Kerinchi, Kuala Lumpur, Malaysia, dan bukan lagi Galeri Sejarah Kerinci ataupun Museum Kerinci, diresmikan oleh Kepala Museum Negara Malaysia, Dato Ibrahim Bin Ismail. Turut hadir dalam peresmian tersebut Bupati Kabupaten Kerinci, Murasman, Koordinator Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya KBRI KL, Suryana Sastradiredja, SLO Polisi KBRI KL Benny Iskandar, dua anggota Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Indonesia dari daerah Jambi dan Sumatera Utara dan undangan lainnya dari Kabupaten Kerinci dan Malaysia, termasuk para wartawan dari Kantor Berita Antara, Tempo, Tribun Indonesia dan Kompas serta wartawan Malaysia.
Sebelum acara peresmian, rombongan disambut tarian-tarian dari anak-anak SMK dan lambaian bendera merah putih dan bendera Malaysia. Sedangkan dalam pertunjukkan di panggung dipentaskan tarian dari pihak SMK Sri Pantai dan Tim Kesenian Kabupaten Kerinci, Jambi. Pada kesempatan meninjau isi galeri, terdapat poster-poster yang menunjukkan sejarah kontribusi dari masyarakat asal Kerinci, Jambi, dalam pembangunan kota Kuala Lumpur; sejarah dan foto-foto dari Abdullah Hukum yang asal Kerinci, beserta keluarga dan silsilah keluarganya hingga keturunan ke-5, foto-foto gedung, stasiun atau tempat-tempat yang menggunakan nama Abdullah Hukum. Dalam galeri terdapat juga beberapa pajangan berupa foto-foto Kabupaten Kerinci dan obyek wisatanya, foto Bupati dan keluarganya; barang-barang yang digunakan di Kerinci seperti parang panjang dan pendek, alat penangkap belut, hasil kerajinan dari kayu dan rotan serta sepasang baju adat yang dipasangkan pada boneka laki-laki dan perempuan.
Dalam pesan-pesannya, baik pihak Malaysia maupun Indonesia menyampaikan inti dari adanya Galeri tersebut adalah: (i) mengingatkan tentang sejarah terbentuknya Kampung Kerinchi dan kontribusi orang-orang asal Kerinci, Sumatera, khususnya sumbangsih Abdullah Hukum yang berjasa besar ikut membangun kota Kuala Lumpur; (ii)  sebagai bahan pengetahuan dan rujukan bagi penduduk Kampong Kerinchi, pelajar SMK Sri Pantai dan para pendidik mengenai sejarah pembentukan SMK Kampong Kerinchi: (iii) guna melestarikan adat dan budaya dari Kerinci serta mengekalkan hubungan bersaudara antara Malaysia dengan Indonesia; (iv) merupakan ajang promosi  untuk mengunjungi Kabupaten Kerinci.
Terlepas apakah memang ada niat atau tidak dari oknum untuk membawa, meminjamkan atau menjual barang-barang pusako Kerinci kepada pihak Malaysia, Suryana Sastradiredja sebagai Koordinator Pensosbud KBRI KL telah mengingatkan agar pihak Kabupaten Kerinci tidak bermain-main dengan barang-barang peninggalan sejarah dan hal peristiwa ini juga dapat menjadi pelajaran bagi daerah-daerah lain untuk tetap dapat menjaga barang-barang peninggalan dan barang-barang “pusako” yang sangat berharga untuk masa depan anak-cucu (SS).

Sabtu, 14 Desember 2013

10 Pemuda Tebing Tinggi Yang Hilang Ditemukan,4 orang Dirawat

10 pemuda asal Tebing Tinggi Sulak Mukai, Kabupaten Kerinci yang hilang sejak Kamis (12/12) dan semuanya berstatus pelajar SMA dan SMP ditemukan.
Informasi yang dihimpun bahwa ke 10 pemuda tersebut ditemukan di dua kelompok di tempat yang berbeda dimana kelompok pertama terdiri dari 4 orang ditemukan jam 09.00 jumat 13/12 disunfgai langkap 2 jam berjalan kaki dari perladangan, Kelompok yang kedua terdiri dari 6 orang ditemukan di sungai bukit pendung.
Berikut nama – nama pemuda tersebut, deyang (15), kelas  1 SMA 4 Kerinci, yowan (16) kelas 1 SMA 4 Kerinci, Boga (14) Kelsa 2 MTSN Siulak, Panji (16) kelas 1 SMA 4, lando (15) kelas 1 SMA 4 Kerinci, Widio (14) kelas 2 SMP 5 kerinci, Govin (16) kelas 1 SMA 4 kerinci, Defra (16) kelas 1 SMA 4 kerinci, Rosi (13) kelsa 1 SMP 5 kerinci, dan Nanda (16) kelas 1 SMA 4 Kerinci.
Informasi yang didapat dari koordinator tim sar Hendra didampingi anggotanya Safrudin, Dpt menjelaskan bahwa mereka ingin ke air Terjun Mukai Pintu. Hingga malam tadi pencarian yang dilakukan tim SAR belum membuahkan hasil. Namun sekitar pukul 09.00 wib baru membuahkan hasil dari pencarian tim sar, sebanyak 4 orang ditemukan, semnetar enam orang lainnya ditemukan sekitar jam 15.00 wib tadi sore.
Proses pencarian cukup sulit sebab komunikasi yang dilakukan lewat handphone kepada 10 pemuda itu tidak berhasil. Soalnya, sinyal komunikasi lewat handphone terputus. “kami sempat kesulitan mencari, namun berkat kerja keras tim sar semua, akhirnya kami berhasil menemukan 10 orang tersebut dengan selamat, namun 4 orang yang keadaannya lemas di rawat di rumah sakit umum sungai penuh” ungkap Hendara didampingi Safrudin tim sar

Rabu, 11 Desember 2013

Suku Kerinci Merupakan Salah Satu Suku Tertua di Sumatera



Tanduk-Bertulis-IncungSuku kerinci dikenal sebagai salahsatu suku tertua yang mendiami Pulau Sumatera. Oleh karena itu Suku Kerinci memiliki peradaban dan kebudayaan sejak dulu yang menyebabkan suku ini memiliki berbagai kekhasan budaya. Salah satunya adalah penggunaan bahasa Kerinci. Meskipun masih tergolong ke dalam rumpun bahasa Melayu, bahasa kerinci diperkirakan telah hidup lebih tua karena telah ada sebelum pengaruh Arab masuk dan mempengaruhi kebidayaan Melayu. Ini dibuktikan dengan ditemukannnya beberapa naskah kuno yang ditulis dengan Bahasa Kerinci Kuno. Tulisan ini dikenal dengan Aksara Incung, tulisan ini sudah digunakan oleh masyarakat Suku Kerinci sejak berabad-abad yang lalu. Penggunaan tulisan ini juga menyebar ke wilayah lampung dan rejang.
Aksara Incung mulai dipergunakan secara luas mungkin pada abad ke-4 Masehi. Pada awalanya, Aksara incung ditulis dengan sejenis benda runcing yang guratannya mirip dengan tulisan paku aksara babilonia kuno. Bentuk grafis aksara Incung didientifikasi hampir mirip dengan aksara daerah Sumatera lainnya seperti Batak, Rejang, dan Lampung. Walaupun begitu banyak juga ditemui perbedaan yang mendasar sehingga aksara ini tidak bisa dikatakan sama dengan aksara-aksara yang dipakai oleh suku lain. Kesamaan yang terjadi dimungkinkan karena mereka scara geografis mendiami wilayah pulau sumatera lalu seiring dengan perkemabangan, aksara tersebut mengalami corak khas yang menyesuaikan dengan kondisi dan pusat induk kultur suku-suku tersebut. Hasil penelitian mencatat terdapat 271 naskah kuno di bumi Kerinci dan 158 di antaranya ditulis dengan aksara incung yang diabadikan di berbagai media
seperti di tanduk, ruas buluh, tulang, kulit kayu dan tapak gajah. Hanya saja, pada naskah tersebut tidak ditemukan petunjuk angka untuk bilangan. Bisa disimpulkan bahwa aksara Incung tidak mengenal aksara bilangan atau angka sehingga menyebabkan tidak didapati penanggalan maupun tanggal penulisannya.
Lahirnya aksara Incung pada Masyarakat Kerinci Kuno bisa jadi didasari oleh pemikiran akan pentingnya pendokumentasian berbagai peristiwa kehidupan, kemasyarakatan dan sejarah melalui karya tulis. Bukti-bukti sejarah aksara Incung ini terdapat pada naskah-naskah kuno Kerinci. Ada dari naskah-naskah tersebut terdapat pendahuluan kata-kata berbunyi Basamilah Mujur Batuwah Jari Tangan Aku Mangarang Surat Incung Jawa Palimbang pada Bambu dua ruas tulisan Incung pusaka Depati Satio Mandaro di Desa Dusun Dilir Rawang dan Ah Basamilah Akung Mangarang Parapatah Surat Incung Jawa Palimbang pada Bambu dua ruas tulisan Incung pusaka Rajo Sulah Desa Siulak Mukai.
Dalam perkembangannya, masuknya pengaruh agama Islam ke Nusantara yang juga masuk ke wilayah Kerinci mengakibatkan penulisan naskah-naskah beralih ke aksara Arab dan bahasa Melayu. Pengaruh islam dalam karya sastra dapat dilihat pada cerita tentang Nabi Adam, Nabi Muhammad SAW, cerita tentang ajaran dan kepercayaan Islam serta cerita mistik dan tasauf. Walaupun begitu, masuknya pengaruh Islam tidak mengahpuskan atau mengabaikna keberadaan aksara Incung tetapi menulis naskah-naskah
Incung dengan memasukkan unsur-unsur ajaran Islam atau memperkaya karya sastra Incung dengan nuansa Islam.
Walaupun masyarakat kerinci masih tergolong rumpun bangsa Melayu baik secara kesukuan ataupun kebahasaan. Akan tetapi, sebagai Suku yang memiliki kebudayaan dari peradaban tua melayu, bahasa kerinci dan aksara Incung jelas berbeda dengan bahasa
Melayu pada umumnya. Hal ini sesuai dengan latar belakang bahwa induk suku Kerinci berasal dari Proto Melayu sehingga proses perjalanan sejarah orang Kerinci baik pemakaian aksara maupun fonetis bahasanya banyak mendapat pengaruh lingkungan alam
dan budaya lokal Kerinci. Karena itulah, kebudayaan local Kerinci yang hamper terlupakan ini harus memperoleh perhatian khusus agar tidak punah

Peradaban Tua Kerinci

Kerinci merupakan kawasan hutan belantara dulunya, nan indah dan sejuk. Sekelilingnya adalah Taman Nasional Kerinci Seblat. Memperhatikan legenda sejarah yang berkembang selama ini.Nama Kerinci berasal dari kata, Kering dan cair. Ini, memang benar adanya. Karena ramalan cuaca kadang tidak cocok, karena curah hujan tidak teratur, hingga tidak bisa memastikan.
Dibahagian lain, kata Kerinci. Ini ada yang memberi prediksi kata, ci-ci, yang artinya, anak Kunci. Dalam sejarah Tiang Bungkuk Panduko Rajo, berasal dari cina. Kunci ini pembuka rahasia Kerinci.Anak kunci ini hilang diwilayah Keliling Danau. Benar tidaknya sejauh ini belum diungkapkan.

Berbicara tentang asal usul uhang Kincai Umar Ali ( 60) Mantan Depati Atur Bumi mengungkapkan, bermula dari lembaran sejarah, Iskandar Zulkarnaen menikah dengan Zailun melahirkan empat orang anak masing-masing, Maharajo Dipang turun ke negeri cina, Maharajo Alip, Maharaja diraja turun kenegeri Sumbar,tepatnya dinegeri perhiangan Padang Panjang. Empat Indar Jati, orang pertama turun ke negeri Sumbar dengan menepati kawasan gunung emas atau Gunung berapi, Pariaman Padang Panjang. Ia menikah dengan Indi Jelatang melahirkan keturunan dua orang diantaranya, Datuk perpatih nan Sebatang dan Indarbaya.

Indar Jati dengan anaknya, Indarbaya, berlayar pula ke luhak Alam Kerinci. Sedangkan perpatih nan Sebatang. Karena asik bermain dengan rekanya, ia tidak ikut serta. Kemudian dipersiapkan alat untuk berangkat. Pertama Payung Sekaki, Tombak, serta tongkat nan sebuah, keris nan satu dibawa pula kambing nan seekor.


Dalam perjalanan menuju luhah alam Kerinci. Ia kesulitan. Karena medan tempuh rute laut lepas. Allah menurunkan petunjuk dengan menerbangkan daun sintuh dengan berlabuh di Gunung Jelatang.

Tahun berlalu musim berganti, ia melahirkan anak tiga orang masing-masing indar bersusu tunggal, Indar bertelawang lidah, Indi Mariam serta Indar bayo.

Kemudian setelah anaknya dewasa. Indar tunggal dinikahkan dengan Puti Samaiyah, penghuni Gunung Jelatang itu melahirkan pula anak tiga orang diantaranya, Puti Dyang indah, Puti Dayang Ramaiyah.
Kemudian Puti Dayang Indah melahirkan anak lima orang. Yaitu, Dari Indah, Daristu,Indi cincin, Mipin, Mas Jamain. Puti Ramaiyah melahirkan anak satu orang Yakni, Sibungo Layu. Puti Dayang Rawani, pernikahan dengan seorang laki-laki, Abdul Rahman, asal Jawa Mataram melahirkan keturunan bertempat di Jambi masing-masing tiga orang, Karban, Kartan, kalipan.
Sementara di Jawa Mataram terdapat tiga orang pula. Yaitu, Nahkudo kubang, Nahkudo Belang, Gajah Mada. Dari Indah melahirkan pula Incik permato, Intan bermato, Lilo Permato. Daristu melahirkan pula keturunan tigo orang, Patimah, Unggu, Mangku Agung.Sedangkan indi Cincin melahirkan keturunan, Jaburiyah, Jabulino. Mipin melahirkan satu orang, Puti Sepadan. Mas Jamain suaminya, Sutan Maalim hidayah, asal Pagaruyung melahirkan keturunan Sirujan Angin.
Dituturkan, Indar Jati yang gaib. Yang tiada kembali dalam persemadian dialam gaib. Indar bersusu tunggal, gelar Depati batu hampar, setelah melihat kehilir dan kemudik air laut telah surut. Maka dipecahlah pembagian wilayah, untuk menunggu kawasan negeri yang dibagi itu masing-masing.Incik Permato menungu latih Koto Pandan, Pondok Tinggi. Bajina Latih Koto limo Sering, Sungai Penuh. Ungguk menunggu latih Koto Beringin, Rawang. Mangku Agung menunggu Tebat Tinggi, Sungai Tutung. Sibungo Alam menunggu Talang Banio, Kemantan. Puti Dayang Ramaiyah, menunggu kawasan Kemantan Darat. Dari Pembagian inilah yang disebut Latih yang enam Luhah Alam Kerinci.
Sementara itu disebelah hilir, Sirujan Angin menunggu Tamia, Mewarisi Depati Muaro langkap, Lilo permato menungu Pulau Sangkar, Mewarisi Depati Rencong Telang, Intan Bermato Sanggaran Agung, mewarisi Depati Biang sari.
Kemudian Indar Berusu tunggal diangkat pula Sultan Maalim Hidayah menjadi Depati atur Bumi. Ini disebut Depati Empat Alam Kerinci.
Kemudian didirikan pula Kerinci rendah yaitu Karban, mewarisi Depati Setio Rajo, Bangko. Kartan mewarisi Depati Setio Nyato, Parentak. Sedangkan kalipan,mewarisi Depati Setio Putih Limbur tanah Cugguk. Ini disebut tigo di Baruih.
Sibungo Alam melahirkan keturunan tiga orang,Cik Rah, Cik Kudo, Sijago-jago, Hulu baling rajo Siulak. Datang pula dari Jambi, Bandaro Putih, dengan sebutan pangeran Temengung dengan membawa kain kehormatan diberikan kepada Depati Muaro langkap di Tamia. Depati Rencong Telang di Pulau Sangkar. Depati Biang Sari di Pengasi. Depati Atur Bumi di Hiang.
Oleh Depati Atur Bumi dibagi pula kain kebesaran olehnya dengan Delapan bahagian, Depati Serah Bumi di Seleman . Depati Mudo Penawar, Depati Kepalo Ino, Tanah kampung. Depati Mudo bertelawang lidah di Rawang. Depati Sekungkung Putih di Sekungkung. Depati Kepalo Sembah di Semurup. Depati Setuo di Kemantan. Depati Atur Bumi/ Depati Atur Bayo di Hiang. Ini disebut Delapan Helai di Kerinci.
Ada beberapa pusaka, Bukti dari zaman kerajaan ini, yang dinilai masi memiliki nilai mistik diantaranya, keris sampai kini dinyatakan hilang. Sedang tombak serta gading gajah, yang tersimpan. Konon, bila diritualkan dimusim panas. Bisa mendatangkan karomah berupa Hujan deras.Semua pusako ini tersimpan dirumah pusako atur Bumi, yang hanya diturun mandikan secara sacral bila ada kenduri pusako, yang dilaksanakan lima tahun sekali.
Dalam beberapa penelitian tentang asal usul uhang kincai, sebagaimana diuraikan dalam buku seminar adat Kerinci tahun 1985-1990, yang ditulis Yatim Abbas menguraikan secara gamblang.Ia menyebutkan bahwa Nenek Moyang orang Kerinci telah cerdas. Ini mengacu system pembagian waris, yang telah diatur, terutama mengenai hukum waris ini. Ini telah ada beberapa ribu tahun yang silam.
Dengan hadirnya sistem dan cara pembagian waris itu. Ini menunjukan mereka telah menanamkan asaz-asaz pengamanan yaitu secara preventif, untuk mencegah menghindari timbulnya hal-hal yang kurang baik bagi anak cucunya dikemudian hari. Dengan demikian unsur Pancasila telah ada di Kerinci sejak dulu kala.
Dipaparkan, mulanya suku bangsa Kerinci pernah menganut system kekeluargaan yang tertua di dunia, yaitu system keibuaan ( Materilineal. Kemudian menganut sistim kekeluargaan bersegi dua ( Parental) yang lebih berperikemanusiaan, tetapi belum dapat diketahui tuanya suku bangsa ini termasuk type mana suku bangsa Kerinci itu.
Dari Perkakas yang ditinggalkan, benda-benda bersejarah/ Prasejarah itu yang ditingalkan itu, bukan hanya angka tahun dapat diketahui tingkat kecerdasanya. Mengenai type manusia penghuni alam Kerinci sepanjang bukti yang ditemui menunjukan suku bangsa Kerinci bertype Melayu tua ( Proto malayers) atau termasuk induk( ras) tertua.Hal ini didasarkan pada penelitian sarjana asing yang pernah menyelidiki Kerinci antara lain,Prof. Dr. Jasven Ali.M. A. Ahli sejarah berkebangsaan Australia tahun 1963, dengan contervarnya, Drs. Syofyan Sani, pada Markas besar kapolisian RI Jakarta.
Dr. David. Sundbukht ahli Antropologi berkebangsaan Swedia tahun 1980 dengan countervarnya, Idris Jakpar SH, Lektor Jambi kala itu. Dr. J.P.H Duyhendak ahli Antropologi berkebangsaan Belanda sebelum perang dunia ke dua.


Bukti sejarah.

Bukti sejarah dan prasejarah itu dulunya, di pukau Sumatera ( Pulau Perca) hanya terdapat disekitar Danau Kerinci, benda itu berupa Kapak Ganggam, Flakes Obsidian, disebut Mikrolith, Batu yang indah, Permata.
Bukti serupa ditemukan juga didataran tinggi Asia Tenggara, tempatnya menurut Prof. Kern adalah di Tonkin, dan menurut V.H. Golden berasal dari Yunan, menjelaskan terdapat ada hubungan Kebudayaan Kerinci dengan dataran tinggi Asia Tenggara.
Bukti- bukti ditemukan itu dibenarkan oleh Dr. Bener Bron serjana Kesenian berkebangsaan Amerika dalam penelitianya tahun 1973, bahkan beliau berkata,” Kerinci sudah terkenal didunia. Karena bukti sejarahnya yang tua,”. Kemudian diperkuat pula oleh hasil penelitian Mr. Bill Watson, sarjana kebangsaan inggris dalam penelitian tahun 1975.
Dari bukti ditemukan itu dapat dikemukakan bahwa suku bangsa Kerinci dilihat dari Antroplogi fisik adalah Melayu tua. Sedangkan bukti kebudayaan menurut antroplogi budaya mereka telah melalui zaman Mezolitikum (Zaman batu Menengah) yang dioperkirakan 400 tahun sebelum nabi Isya.
Selain itu, Kerinci telah memiliki tulisan yang dinamakan “ Incong” terdapat pada Gading Gajah Hiang, Tanduk kambing, yang menceritkan asal usul orang Kerinci, mengenai adat istiadat, Batas Wilayah. Selain itu bangsa Melayu Tua lebih senang didataran tinggi, yang pada umumnya adalah rakyat pegunungan.
Pada Zaman Neolitikum ( Zaman batu baru) nenek moyang suku bangsa Kerinci sudah bertempat tinggal tetap, tetapi tidak lagi mengumpulkan makanan ( Food Gathering) tapi sudah menghasilkan makanan ( Food Produkting), artinya sudah bercocok tanam, beternak.
Sementara itu tahun 2003 ditemukan pula di Gunung Raya, Sungai Hangat,tepatnya di SLTP tiga. berupa artefak, fragmentaris, ekofak Dynasti cina terdiri dari gerabah keramik Cina dan obsidian, batu asahan.manik-manik, pisau kecil, batu bulat, ekofak terdiri rahang gajah dan tanduk rusa.
Demikian juga dengan Tamia berupa batu patah sebelah utara dengan ukuran 2,27 meter x 1,5 meter, makam kuno dengan panjang arah barat timur 125 meter.
Temuan ini, kata Alimin, Budaya sejarah dan purbakala pada Dinas Pariwisata Kerinci berdasarkan kesejarahan material diduga 500 tahun sebelum Masehi.
Ini dilihat pula pada periode sejarah data keramik cina dinasti sung, Qin, Ming, yuan. Masa ini berlangsung pada periode tahun 960,1279.
Pengalian dilakukan oleh empat orang peneliti asal Jerman masing-masing Dr. Raff Dominik Bonat, Dr.Doretha Mechild Main Mai leejoa, Dr. Ulrike Susane Summer dibantu rekanya, Betiene logman, Mahasiswa Leiden Universiti, Dra. Dwi Yukiani, M.Hum, Pusat penelitian Arkelogi Jakarta. Agus Widiatmoko,SS. Balai pelestarian penelitian Purbakala jambi dengan konsultan peneliti Poff. Dr.Wolfgang Marshell, pakar Arkeologi Switzerland.( Jon Hendri

Senin, 04 November 2013

12 Peninggalan Sejarah Paling Misterius Di Dunia

Salam Bloger Buat Teman Semua nii ..
Dulukan Kita Menceritakan tentang Pondok Tinggi..
Sekarang Kita Menceritakan tentang Sejarah Paling Misterius Di Dunia Moga Bermanfa'at
                                         (   Keep Smile  )
Hal misterius selalu menggugah keingin-tahuan manusia dengan rasa penasarannya (curiosity). Hal itu justru membuat banyak pertanyaan yang lahir untuk dijawab.
Namun terkadang ilmuwan lebih terfikir lenih banyak pertanyaan daripada jawaban yang telah ada. Berikut 12 peninggalan sejarah paling misterius berdasarkan pilihan terkini.
1. Monumental Instructions for the Post-Apocalypse / Monumen Petunjuk untuk Hari Kiamat (Amerika Serikat)
Di sebuah bukit kecil di timur laut tandus daerah Hartwell, Georgia AS, berdiri monumen paling aneh dan misterius di dunia.
Namun melihat dari arsitektur bangunan, monumen itu tidak diciptakan pada zaman kuno.
Dikenal sebagai ‘Georgia Guidestones’, lima struktur batu ini tingginya16 feet, dengan berat 20 ton.
Memiliki empat pilar batu granit persegi panjang keatas, yang masing-masing pilar dipahat mengenai instruksi dan petunjuk dari kedelapan “bahasa kebudayaan terbesar” diantaranya bahasa hieroglif dari:
Arabic, Cina, Russia, Inggris, Spanyol, Hindi, Hebrew dan Swahili – dengan instruksi agar manusia yang selamat dari bencana besar dapat membangun kembali peradaban baru di Bumi ini dan sama sekali tidak meninggalkan serta melupakan sejarah para leluhur.
Keempat pilar dibentuk seperti tanda tambah (+ plus) dan mempunyai jarak sekitar 5 meter karenanya pusat tengahnya ada sebuah pilar lagi yang tertulis commandment di dindingnya, lalu diatasnya ditindih oleh batu granit berbentuk buku persegi empat.
Di keempat sisi pada baru granit yang terbaring itu diatasnya, ada petunjuk dengan “bahasa kebudayaan tua” yang sudah lenyap di dunia yaitu:
Bahasa Sanksekerta (Sanskrit), Yunani Kuno (Classical Greek) dan Babylonian Cuneiform serta Mesir Kuno (berupa simbol-simbol) atau Egyptian Hieroglyphic.
Apakah instruksi dalam delapan bahasa itu berkaitan dengan ramalan kiamat? Ini yang masih belum jelas.
Bangunan ini didirikan oleh golongan Mansonic, Freemason, Illuminati, kaum pagan dan para pendukung golongan satanic lainnya.
Terlihat mereka telah membuat situs ini namun pada sisi tertinggi di bidang datar teratas adalah lambang golongan mereka.
Jadi seakan-akan semua dan seluruh budaya di dunia ini berasal, tunduk dan berawal dari satu sumber yaitu golongan mereka yang ingin mendirikan New World Order (NWO).
Terbukti mereka berniat mengajarkan faham ini, dan akan berlanjut di kebudayaan manusia berikutnya.
Tidak jelas juga perintah ini ditujukan untuk siapa. Lebih tidak jelas lagi, siapa yang membangun monumen aneh ini? Hanya ada satu orang yang tahu namun dia tak mau bicara. (peta lokasi)
*
2. Danau Michigan Stonehenge (Amerika Serikat)
Awalnya, sekelompok peneliti menggunakan sonar untuk mencari bangkai kapal di dasar Danau Michigan, hasil yang didapat sungguh mengejutkan.
Mereka justru menemukan struktur mirip Stonehenge kuno 40 feet di bawah permukaan air dekat pulau Beaver Island.
Sebagian dari batu tersebut dalam suatu lingkaran dan satu muncul untuk menunjukkan ukiran dari suatu Mastodon.
Diduga, benda purbakala ini dibangun 10,000 tahun lalu, kemungkinan bertepatan dengan pasca-Ice Age kehadiran manusia dan mastodons
Jadilah di daerah Michigan di Amerika sudah memiliki situs Petroglyph dan batu berdiri.
*
3. Yonaguni, Reruntuhan Peradaban Bawah Laut (Jepang)
Di pantai selatan pulau Yonaguni, Jepang, terdapat reruntuhan yang terendam, diperkirakan telah berusia sekitar 8.000 tahun.
Reruntuhan dibawah laut ini dikenal juga dengan nama Yonaguni Monument Underwater Ruins.
“Though some people believed that it was carved by geographic phenomena, it’s now confirmed to be man-made as the intricate stairways, carvings and right angles suggest.”
Meskipun sebagian orang percaya bahwa itu merupakan kreasi alam, namun sekarang muncul suara-suara yang menyebut itu buatan manusia.
Hal itu terlihat dari susunan tangga yang rumit, ukiran-ukiran yang ada di sana yang diyakini sebagai buatan manusia.
Situs ini ditemukan 1995 oleh seorang penyelam yang tersasar terlalu jauh dari pantai Okinawa. Kebetulan juga dia membawa camera untuk memotret bawah laut. (peta lokasi)
*
4. Kejaiban Bawah Laut Alexandria (Mesir)
Reruntuhan ini dipercaya merupakan kota Alexander Agung, di mana istana Cleopatra berada.
Tenggelamnya kota itu diperkirakan terjadi 1.500 tahun lalu akibat gempa bumi dahsyat.
Bersamaan dengan terbenamnya istana itu, tenggelam juga artefak-artefak yang menghiasi istana, serta bangunan-bangunan lain dari istana Cleopatra itu.
Reruntuhan kota yang ditemukan di dasar laut ini, memang sengaja tidak diangkat ke daratan.
Pemerintah setempat berencana akan  menjadikan lokasi reruntuhan ajaib di bawah laut itu sebagai wisata air.
*
5. Misteri Stones Baalbek (Libanon)
Kuil Romawi yang terbesar yang pernah dibangun dan kini tinggal reruntuhannya, sebenarnya bukan di Yunani atau Roma, tapi justru di Baalbek, Libanon.
Kuil Romawi bernama Stone Baalbek itu dihancurkan oleh Kaisar Bizantium Theodosius, beruntung tidak semua bagian musnah.
Masih ada 6 dari 54 kolom, yang masih berdiri hingga kini.
Enam kolom inilah menjadi saksi sejarah dan meninggalkan jejak mistri yang menunggu diungkap.
Meskipun sisa-sisa kemegahan kuil ini masih terlihat jelas, namun sebenarnyalah, kuil ini sempat terbengkalai akibat perang.
Selama beberapa dekade, jarang sekali wisatawan berkunjung ke tempat ini akibat perang. Untungnya juga, perang tidak sampai menghancurkan kuil bersejarah ini. (peta lokasi)
*
6. Tiga Lingkaran Batu Kuno Megalithic (Turki)
Di selatan Turki, tepat di utara perbatasan dengan Suriah, terdapat tiga lingkaran batu megalitik berusia ribuan tahun, lebih tua daripada batu lingkaran Stonehenge.
Anehnya, lingkaran-lingkaran batu kuno ini dibangun oleh kelompok pemburu pada masa itu.
Sebelumnya, dipercaya bahwa manusia purba tidak mungkin bisa membuat bangunan itu, sampai mereka mencapai taraf kemajuan tertentu.
Ketika ditemukan, lingkaran batu itu dalam keadaan terkubur. Tak ada yang tahu apa alasan atau latar belakang kenapa benda itu terkubur.
Namun sebagian orang percaya bahwa Göbekli Tepe dan wilayah sekitarnya adalah awal dari sejarah manusia yakni lokasi Taman Eden. (peta lokasi)
*
7. Patung Moai di Pulau Paskah / Easter Island (Chile)
Pulau Paskah, juga dikenal sebagai Rapa Nui atau Isla de Pascua, adalah sebuah pulau Polinesia di tenggara Samudra Pasifik, yang paling terkenal dengan patung-patung yang monumental yang diciptakan oleh orang-orang Rapanui.
Patung-patung, yang disebut Moai, adalah bagian dari penyembahan leluhur pulau yang dilakukan oleh masyarakat setempat pada masa itu.
Patung-patung itu diduga dibuat antara tahun 1250 Masehi dan 1500 Masehi.
Moai terberat berbobot 86 ton. Ini menggambarkan betapa besar prestasi mereka yang mampu menciptakan Rapanui, juga memindahkan patung-patung yang beratnya mencapai puluhan ton.
Beruntung, patung-patung kuno ini sebagian masih bisa dilihat di Raraku, tetapi ratusan patung lainnya dipindahkan ke pulau-pulau sekitar. (baca: Misteri Pulau Paskah: Banyak Patung “Moai”, Tapi Kemana Penduduknya? ) (peta lokasi)
*
8. Stonehenge, Monumen Prasejarah (Inggris)
Mungkin monumen kuno yang terbilang masih dalam kondisi baik adalah Stonehenge, terletak di Larkhill, Wiltshire, Inggris.
Bangunan purba ini diperkirakan dibangun 2500 sebelum masehi, namun kemudian mengalami revisi dan renovasi terus menerus selama 1400 tahun.
Meskipun segala teori dan spekulasi dikemukakan, tapi tak seorang pun tahu apa tujuan dan awal dari pembuatan monumen prasejarah ini.
Selama ini ilmuwan hanya berteori tentang Stonehenge yang misterius ini dan tetap menjadi salah satu misteri terbesar bumi. (baca: Alien Pernah Mampir di Crop Circle di Silbury Hill dekat Stonehenge, Inggris) (peta lokasi)
*
9. Machu Picchu (Peru)
Machu Picchu adalah kota peninggalan bangsa Inca yang paling terawat baik. Kota kerajaan ini tersembunyi di pegunungan Andes di wilayah Peru, berada di pegunungan yang tinggi dengan jalan yang terjal namun pada puncaknya datar.
Sebuah lokasi, yang konon merupakan tempat pelarian bangsa Inca dari kejaran Spanyol.
Kota ini selama berabad-abad tersembunyi dan terisolasi dari dunia luar sampai kemudian seorang arkeolog, Hiram Bingham, menemukannya pada tahun 1911.
Berdasarkan penelitian, diperkirakan kota Machu Picchu dibanun pada 1450 masehi sebagai tempat persembunyian penguasa Inca Pachacuti. (peta lokasi)
*
10. Great Zimbabwe Ruins (Zimbabwe)
Hanya sedikit orang yang tahu bahwa Zimbabwe, Afrika, memiliki reruntuhan batu kuno tertua di dunia. Lokasinya di pedesaan.
Diduga, reruntuhan batu kuno itu dulunya adalah bangunan yang dihuni oleh 18.000 jiwa.
Begitu besarnya kompleks bekas-bekas reruntuhan kuno ini, maka disebut Great Zimbabwe Ruins.
Berdasarkan penelitian, bangunan itu dibangun pada abad ke-11, uniknya bangunan itu didirikan tanpa menggunakan semen.
Namun hingga kini tidak ada yang tahu pasti mengapa situs itu akhirnya ditinggalkan. (peta lokasi)
*
11. Chavín de Huantar Ruins (Peru)
Meskipun tidak setenar Machu Picchu, reruntuhan Chavín de Huantar di Peru juga merupakan Situs Warisan Dunia menarik yang berisi sisa-sisa artefak yang dibangun oleh Chavín, Inca pra-budaya, sekitar 900 SM
Situs ini berfungsi sebagai tempat berkumpul bagi orang-orang di daerah tersebut untuk berkumpul dan beribadah.
Tidak jelas mengapa budaya Chavín menghilang, meskipun beberapa percaya bahwa reruntuhan Chavín de Huantar menawarkan petunjuk tentang mengapa beberapa peradaban menghilang.
Kebanyakan teori menyebut musnahnya Chavín karena kondisi lingkungan termasuk terjadinya gempa bumi, sementara dugaan lain adalah perebutan kekuasaan. (peta lokasi)
*
12. Coral Castle / Monumen Cinta Yang Hilang (Amerika Serikat)
Bagaimana menjelaskan seorang laki-laki bertinggi 5 feet dengan berat 100 pon, membangun taman yang rumit dengan menggunakan potongan-potongan batu karang yang masing-masing beratnya berton-ton?
Coral Castle, di Homestead, Florida, merupakan sebuah keajaiban yang sulit dijelaskan akal sehat.
Terlebih lagi, laki-laki yang membangun castle itu konon hanya berpendidikan setingkat kelas 4 SD.
Adalah Ed Leedskalnin, seorang imigran Latvia, yang membangun monumen yang disebut monumen cinta yang hilang.
Aneh! Kisahnya, pembangunan monumen ini bak kisah roman yang mengharu biru.
Ed Leedskaini mulai membangun castle itu pada tahun 1923, setelah ditolak cintanya oleh tunangannya di Latvia hanya beberapa hari sebelum pernikahan mereka.
Dan ia pun mengabdikan hidupnya untuk menyelesaikannya (monumen). Sayangnya, dia meninggal sebelum menumen cintanya selesai dibangun. Akan tetapi, setelah ia meninggal, 1951, konstruksi bangunan itu diteruskan pembangunannya.
Bukan kisah romantis ini yang bikin para ahli bingung, namun mereka heran dan takjub karena Leedskalnin, membangun sendiri benteng katang itu.
Lebih bingung lagi, karena pria itu sebenarnya hanya berpendidikan hingga kelas empat, namun anehnya ia mampu membangun benteng yang rumit itu.
Sesuatu yang sebenarnya hanya bisa dilakukan oleh para arsitek dan para ahli bangunan. Ini sungguh tak bisa dipahami. Bahkan seorang insinyur menyebut, “Bahkan, Albert Einstein pun belum tentu mampu memahami keajaiban ini.”(peta lokasi)
Itulah 12 peninggalan sejarah berupa monumen dan reruntuhan serta karya seni manusia yang masih banyak pertanyaan oleh para ilmuwan tentang keberadaaanya dibanding jawabannya. (weburbanist/icc.wp.com)